“Tulisan ini ku buat bukan untuk
mu dan aku berharap kau takan pernah membacanya karan ini adalah cerita tentang
aku dann kamu”
Berawal dari
jejaring sosial yang bernama FACEBOOK di situlah kita berteman, aku juga tidak tahu
siapa yang add duluan apakah kamu atau
aku, karna aku juga tidak begitu memperdulikan itu, seseringku online sesekali
aku melihat deretan obrolan dan di situ ada kamu sedang online, terlihat
parasmu manis, cantik juga itu membuat aku terkagum-kagum dan timbul pertanyaan
di benak.
Siapakah kamu?
Bersekolah dimanakah kamu?
Berasal dari manakah kamu?
Itu selalu
menjadi pertanyaan besarku, tapi saat kamu Online aku tidak berani menanyakan,
bahkan menyapa saja seperti “hay”
misalnya, itu tak pernah ku lakukan, karna aku telalu takut akan kecantikanmu,
keindahanmu, mata mu yang bening dan lekukan bibirmu yang mempesona. Kau wanita
berjilbab tercantik yang ku kenal sampai saat ini, sewaktu itu aku biasa-biasa
saja aku hanya bermimpi memilikimu, karna seperti ku katakan tadi bahwa kau
sangat indah.
Tapi sewatu
ketika aku sedang Online, tiba-tiba ada yang dulu sempat pernah mewarnai hariku
“mantan” memulai chat, menanyakan
apakah aku mengerti tentang edit photo dengan aplikasi Photoshop, dan aku menjawab,” aku tidak begitu memahami tapi
sedikit-sedikit bisalah” terus aku
bertanya, memangnya kenapa?... Lantas
dia menjawab, ada temanku yang minta di editin fotonya, terus dia kasi nama
akun facebooknya, dan setelah ku buka ternyata itu kamu, aku msih tidak yakin
ternyata kita satu kota dan kamu temennya mantan pacarku.
Aku langsung
buka-buka album fotomu dan memilih foto yang menurut aku cantik dan lucu untuk
di edit, setelah aku dapatkan mulai ku kerjakan semalaman karna aku juga
penderita insomnia, jadi aku lebih memilih lembur mengerjakan foto-fotomu, dan
setelah selesai langsung aku kirim ke facebookmu, keesokan harinya ada nomor
baru mengucapkan “terima kasih telah mengeditkan foto saya” melalui
via sms, sentak aku senang sembari tersenyum sendiri di kamarku yang tak berukuran
besar, tak bisa ku ungkapkan senangny pada saat itu, karana kamu yang menjadi
angan perlahan mulai berteman hehee...
Pada malam
harinya aku berbelanja di sebuah toko acc untuk membeli bando karna waktu itu
rambutku udah mulai menutupi mata, dan pada waktu yang bersamaan aku bertemu
wanita menggunkan helm GM hitam dengan kaca pelangi, seketika dia melihatku
sentak langsung menutup kaca helm, yaaa... aku kaget aku berbicara dalam hati “kok ini cewek aneh, apa aku ada salah” tapi pikiran itu hanya angin lalu, setelah
membayar aku langsung beranjak pulang dengan motor ceperku.
Setelah sampai
di rumah aku mulai sms kamu, sekedar menanyakan kabar, dan berlanjut,
perhatiankupun terpusat kepadamu, saat kita udah mulai dekat pada malam minggu
aku dengan berani mengajakmu jalan hanya sekedar keliling-kelinling kota kita
yang tidak begitu indah, mulai dari malam itu kita semakin dekat dan semakin
dekat terus menerus dan berujung pada pacaran.
Aku mengerti
bahwa kisah kita dipertemukan karna dunia yang berkonspirasi, dan pada saat
kita pacaran aku mulai menyayangi dan terus menyayangimu karna kamu berbeda
sesuatu yang tidak aku temukan pada wanita-wanita lain ada pada dirimu yaitu “ketulusan” dalam hal mencintaiku dan
keluargaku, kamu memang yang terbaik di hatiku sampai kapanpun, dan tidak
semuanya aku ceritakan di sini karna ada
kenangan yang sangat menyakitkan untuk ku ingat, kenangan itu disaat kita mulai
di pisahkan seperti sekarang, kau dengan kesibukanmu dan begitu juga aku, ku
harap aku selalu terlintas di pikiranmu sepertihalnya kamu yang selalu
terlintas setiap waktu di pikiranku, karana rasa sayang dan rinduku hanya tertuju
padamu, ku harap kau tak membaca tulisan jelek ini, karana ini pertama kalinya
aku membuat cerita, dan jika kau membaca ini kau pasti akan tertawa karna
pemilihan kata yang tak beraturan dan paragraf yang amburadul, hehee...
Teruntuk mantan tersayang
Kembalilah kepadaku karna hati ini selalu memilihmu
Hati ini tak lelah mencintaimu
Dan hati ini tak lelah merindukanmu
Sama halnya dengan pikiranku yang selalu memikirkanmu
Semoga kau juga begitu terhadapku
Semoga kau juga berharap seperti aku
Berharap “aku” dan “kamu” akan menjadi “kita”
Seperti yang dulu.
Imam Kasogi :)